Google+ Followers

Selasa, 08 Januari 2013

psikologi perkmbangan. aspek aspek perkembangan individual.




A.    Pengertian Perkembangan

1.      Apa Perkembangan individu itu?
Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan-perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya.

2.      Apa yang dimaksud dengan Sistematis?
Sistematis adalah bahwa perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara satu bagian dengan bagian lainnya, baik fisik maupun psikis dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Contoh : kemampuan berbicara seseorang akan sejalan dengan kematangan dalam perkembangan intelektual atau kognitifnya. Kemampuan berjalan seseorang akan seiring dengan kesiapan otot-otot kaki. Begitu juga ketertarikan seorang remaja terhadap jenis kelamin lain akan seiring dengan kematangan organ-organ seksualnya.

3.      Apa yang dimaksud dengan Progresif?
Progresif berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan meluas, baik secara kuantitatif (fisik) mapun kualitatif (psikis). Contoh : perubahan proporsi dan ukuran fisik (dari pendek menjadi tinggi dan dari kecil menjadi besar); perubahan pengetahuan dan keterampilan dari sederhana sampai kepada yang kompleks (mulai dari mengenal huruf sampai dengan kemampuan membaca buku).

4.      Apa yang dimaksud dengan berkesinambungan?
Berkesinambungan artinya bahwa perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan atau berurutan. Contoh : untuk dapat berdiri, seorang anak terlebih dahulu harus menguasai tahapan perkembangan sebelumnya yaitu kemampuan duduk dan merangkak.

                                                                                                                                                2
B.     Aspek-aspek Perkembangan Individu

·         Fisiologis/fisik
Perbedaan faktor keturunan, kondisi kesehatan, gizi makanan, dan stimulasi lingkungan menyebabkan perbedaan pertumbuhan fisik individu. Anak yang selalu sehat dengan makanan yang cukup mengandung gizi akan menunjukkan pertumbuhan fisik yang lebih cepat daripada anak yang sering sakit-sakitan dan kekurangan gizi. Anak-anak dari ayah dan ibu yang jangkung cenderung menjadi jangkung pula dan mengalami pertumbuhan fisik lebih cepat daripada anak-anak yang orang tuanya bertubuh pendek.
Pertumbuhan fisik juga menunjukkan perbedaan yang mencolok antara remaja putri dengan remaja putra. Pada umumnya, remaja putri lebih cepat pertumbuhan fisiknya daripada remaja putra. Namun demikian, pada suatu periode tertentu anak laki-laki menyusul dengan kecepatan melebihi anak perempuan sehingga pada akhirnya anak laki-laki mempunyai tinggi, besar dan berat badan melebihi anak perempuan. Ini tidak berarti bahwa semua anak laki-laki pasti lebih tinggi dan besar daripada anak perempuan. Sebab ada juga anak perempuan yang tinggi besar dan ada juga anak laki-laki yang kerdil.

·         Inteligensi
Secara hereditas, individu memiliki potensi yang dapat menyebabkan perbedaan dalam perkembangan berpikir mereka. Berkembang atau tidaknya potensi tersebut tergantung pada lingkungan. Ini berarti bahwa apakah anak akan mempunyai kemampuan berpikir normal, diatas normal, atau dibawah normal sangat tergantung pada lingkungan.
Manusia memiliki perbedaan satu sama lain dalam berbagai aspek, antara lain bakat, minat, kepribadian, keadaan jasmani, keadaaan sosial, dan juga inteligensinya. Perbedaan itu akan tampak jika diamati dalam proses belajar mengajar didalam kelas. Ada peserta didik yang cepat, ada yang lambat, dan ada pula yang sedang dalam penguasaan materi pelajaran. Ada siswa yang tingkah lakunya baik dan ada pula siswa yang kurang baik.
Perbedaan individual dalam perkembangan intelek menunjuk kepada perbedaan dalam kemampuan dan kecepatan belajar. Perbedaan-perbedaan individual peserta didik akan tercermin pada sifat-sifat atau cirri-ciri mereka dalam kemampuan, keterampilan, sikap dan kebiasaan belajar serta kualitas proses dan hasil belajar baik dari segi ranah kognitif, afektif dan psikomotor.
                                                                                                                                    3
·         Bakat dan kreativitas
Dilihat dari aspek apapun, setiap individu memiliki perbedaan satu dengan yang lain. Demikian juga dalam aspek bakat dan kreativitas, setiap individu juga memiliki bakat khususnya masing-masing secara berbeda-beda. Menurut Conny Semiawan (1987) dan Utami Munandar (1922), perbedaan bakat khusus ini bisa terletak pada jenisnya dan juga pada kualitasnya. Misalnya, seseorang memiliki bakat khusus bekerja dengan angka (numerical aptitude), yang lain lebih menonjol dalam berbahasa (verbal aptitude), sementara yang lainnya lagi memiliki bakat yang menonjol dalam bidang musik. Sedangkan perbedaan dalam kualitasnya mengandung makna bahwa diantara individu satu dengan yang lain memiliki bakat khusus yang sama, tetapi kualitasnya berbeda. Misalnya, antara dua orang yang sama-sama memiliki bakat khusus untuk bekerja dengan angka. Orang pertama memiliki kemampuan yang lebih unggul dibandingkan dengan kemampuan orang kedua.

·         Bahasa
Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan lingkungan. Karena faktor-faktor bawaan dan lingkungan individu itu juga bervariasi, pengaruhnya terhadap perkembangan bahasa juga bervariasi.
Perbedaan individu pada setiap kemampuan berbahasa akan meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Semakin bertambahnya usia, semakin luas dan bervariasinya lingkungan hidup dan lingkungan pergaulan. Akibatnya, tidak hanya akan semakin kompleks dari usia sebelumnya tetapi juga semakin berbeda dengan individu lain. Perluasan dan kompleksitas interaksi dengan lingkungan akan sangat mewarnai perkembangan kemampuan berbahasanya (Neugarten, 1976).

·         Emosi
Perkembangan emosional individu sebenarnya merupakan perkembangan yang paling sulit untuk diklasifikasikan. Ini tampak pada gejala kehidupan sehari-hari bahwa tidak jarang orang dewasa pun mengalami kesulitan untuk menyatakan perasaannya. Fenomena semacam ini menyebabkan sulitnya untuk mencari perbedaan individual dalam perkembangan emosi. Lagi pula, munculnya emosi seseorang sangat tergantung atau dipengaruhi lingkungan, pengalaman, dan kebudayaan, sehingga untuk mengukur emosi sangatlah sulit.

                                                                                                                                    4
Proses maturasi juga terjadi dalam perkembangan emosi. Maturasi perkembangan emosi mempunyai hubungan yang erat dengan pertumbuhan dan perkembangan. Sejak lahir sampai kira-kira umur 15 bulan, kebutuhan utama mereka adalah memperoleh kepercayaan dan kepastian bahwa dirinya diterima oleh lingkungannya (Anna Alisjahbana, dkk., 1985: 18). Penerimaan lingkungan pada fase ini sangat menentukan bagi perkembangan hidup selanjutnya. Kepercayaan yang diperoleh dari penerimaan lingkungan dapat menjadi dasar kepercayaan pada diri sendiri dan kesehatan perkembangan emosional. Apabila hubungan orang tua dan bayinya penuh cinta kasih atau secara naluriah kehadiran bayi sangat  diinginkan dan dikasihi maka bayi hidup dalam lingkungan kasih sayang. Lain halnya dengan kehadiran bayi berikutnya, orang tua kadang bersikap lain seperti acuh tak acuh dan kurang perhatian, kehidupan emosionalnya akan berbeda dengan bayi sebelumnya. Dengan demikian, secara individual kedua anak tersebut akan mengalami perbedaan dalam perkembangan emosi selanjutnya. Proses perkembangan adalah saat anak menyadari permintaan dan syarat-syarat hidup dalam suatu lingkungan. Meskipun masih dalam lingkungan keluarga, batas-batas dalam bentuk disiplin mulai dapat diberikan. Disiplin yang tegas tetapi disertai kasih sayang akan membantu anak dalam perkembangan emosinya. Sebaliknya, jika disiplin dilakukan dengan kekerasan yang tidak beralasan dan tanpa kasih sayang, akan menimbulkan keragu-raguan pada diri anak dan anak akan kehilangan kepercayaan diri. Apabila ini terjadi pada dua anak dalam satu keluarga (seayah/seibu) secara individual, perkembangan emosinya akan jelas bisa dibedakan.

·         Kepribadian
Setiap orang memiliki kepribadian yang unik, khas dan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tak seorangpun dapat memiliki karakteristik yang sama persis walaupun mereka merupakan anak-anak kembar. Kepribadian merupakan organisasi dinamis dari aspek fisiologis, kognitif maupun afektif yang mempengaruhi pola perilaku individu dalam rangka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya (Hall, Lindzay & Campbell, 1998). Sebagai organisasi yang dinamis, maka kepribadian akan mempengaruhi perubahan pola pemikiran, sikap dan perilaku seseorang. Selain dipengaruhi oleh factor interaksi dengan lingkungan hidupnya, kepribadian dipengaruhi oleh factor genetis yang dibawa sejak lahir. Dalam berbagai penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi perkembangan ditemukan bahwa baik kepribadian yang normal atau abnormal, pada dasarnya, diturunkan dari kedua orang tuanya.
                                                                                                                                                5
·         Minat
Minat adalah sebuah aspek psikologis yang dipengaruhi oleh pengalaman afektif yang berasal dari minat itu sendiri. Aspek-aspek minat dijelaskan oleh Pintrich dan Schunk (1996:304) sebagai berikut:
1.      Sikap umum terhadap aktivitas (general attitude toward the activity), yaitu perasaan suka tidak suka, setuju tidak setuju dengan aktivitas, umumnya terhadap sikap positif atau menyukai aktivitas.
2.     Kesadaran spesifik untuk menyukai aktivitas (specivic conciused for or living the activity), yaitu memutuskan untuk menyukai suatu aktivitas atau objek.
3.      Merasa senang dengan aktivitas (enjoyment of the activity), yaitu individu merasa senang dengan segala hal yang berhubungan dengan aktivitas yang diminatinya.
4.      Aktivitas tersebut mempunyai arti atau penting bagi individu (personal importence or significance of the activity to the individual).
5.      Adanya minat intriksik dalam isi aktivitas (intrinsic interes in the content of the activity), yaitu emosi yang menyenangkan yang berpusat pada aktivitas itu sendiri.
6.      Berpartisipasi dalam aktivitas (reported choise of or participant in the activity) yaitu individu memilih atau berpartisipasi dalam aktivitas.
Aspek-aspek minat menimbulkan daya ketertarikan dibentuk oleh dua aspek yaitu kognitif dan afektif berupa berupa sikap, kesadaran individual, perasaan senang, arah kepentingan individu, adanya ketertarikan yang muncul dari dalam diri, dan berpartisipasi terhadap apa yang diminati.

·         Motivasi
Setiap individu mempunyai kebutuhan yang hendak dipenuhi. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, setiap individu mempunyai sikap dan perilaku yang berbeda-beda. Apabila ada satu kebutuhan yang tidak terpenuhi akan berdampak pada kelangsungan individu tersebut.tingkah laku manusia timbul karena adanya suatu kebutuhan dan tingkah laku manusia tersebut mengarah pada pencapaian tujuan yang dapat memenuhi kebutuhan itu, begitu seterusnya sehingga terjadi suatu lingkaran motivasi yang tidak pernah putusnya. Motivasi bisa bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi instrinsik) dan dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Oleh karena itu peran keluarga sangatlah penting dalam pembentukan motivasi bagi perkembangan anak.
                                                                                                                                    6
Woolfolk (1993) menyatakan motivasi dapat didefinisikan sebagai keadaan internal yang menaikkan, mengarahkan, dan memelihara perilaku. Sntrock dan Yussen (1992) motivasi dapat dipahami sebagai motif biologis, motif untuk kompetisi, motif yang dipelajari dan berprestasi. 1)motif biologis dipahami sebagai pola ynag terbangun dalam system syaraf sentral anak sejak lahir. 2) motivasi kompetensi akan berkembang bila anak diberikan kesempatan untuk menentkan langkahnya sendiri dan bertanggungjawab atas dirinya dalam berinteraksi dengan lingkungan. 3) motivasi dipelajari adalah motif yang diperooleh dari pengalaman berinteraksi dengan lingkungan. 4) motivasi berprestasi merupakan salah satu motivasi dipelajari yaitu dorongan untuk menyelesaikan sesuatu, mencapai suatu standar keunggulan dan memperluas usaha untuk berhasil secara memuaskan.

·         Nilai, Moral dan Sikap
Nilai, Moral dan Sikap, banyak berkaitan dengan substansi kehidupan kelompok sosial tertentu. Sistem nilai, moral, dan sikap individu dalam suatu kelompok sosial tersebut. Dengan demikian, sistem nilai, moral, dan sikap yang berlaku dalam masyarakat berbeda antara kelompok satu dengan kelompok lainnya. Bahkan sesungguhnya, sistem nilai, moral, dan sikap bukan hanya dipengaruhi oleh kelompok masyarakat tertentu, melainkan dalam suatu keluarga pun biasanya memiliki dan menjunjung tinggi sistem nilai, moral dan sikap yang diyakini dan dipegang teguh oleh anggota keluarga. Sesuatu yang dipandang bernilai dan bermoral serta dinilai positif oleh suatu kelompok masyarakat sosial tertentu belum tentu dinilai positif oleh masyarakat lain. Ada suatu keluarga yang mengharuskan para anggotanya berpakaian  muslimah dan sopan karena cara berpakaian seperti itulah yang dipandang bernilai dan bermoral. Akan tetapi, ada keluarga lain yang lebih senang dan memandang lebih bernilai jika para anggotanya berpakaian modis, trendi, dan mengikuti tren mode yang sedang marak di kalangan selebritis.
Perbedaan individual didukung oleh fase, tempo, dan irama perkembangan masing-masing individu. Dalam teori perkembangan pemikiran moral dari Kohlberg juga dikatakan bahwa setiap individu dapat mencapai tingkat perkembangan moral yang paling tinggi, tetapi kecepatan pencapaiannya juga ada perbedaan antara individu satu dengan lainnya meskipun dalam suatu kelompok sosial tertentu. Dengan demikian, sangat dimungkinkan individu yang lahir pada waktu yang relatif bersamaan, sudah lebih tinggi dan lebih maju tingkat pemikirannya.

                                                                                                                                                7
C.     Permasalahan terkait Aspek-aspek Perkembangan Individual

Penyimpangan-penyimpangan individu terkait aspek-aspek yang sudah dipaparkan diatas akan bervariasi sesuai dengan fase perkembangannya
·         Penyimpangan yang terjadi pada anak yang berusia sekolah dasar antara lain:
1.      Suka membolos dari sekolah
2.      Malas belajar
3.      Keras kepala
·         Penyimpangan yang terjadi pada usia remaja antara lain:
1.      Suka mengisolir diri
2.      Meminum-minuman keras
3.      Mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau narkoba
4.      Tawuran
5.      Malas belajar
6.      Kurang hormat pada orang tua atau orang dewasa dan lainnya
·         Penyimpangan yang terjadi pada usia dewasa antara lain:
1.      Berselingkuh
2.      Menelantarkan kehidupan keluarga (istri dan anak)
3.      Menjadi biang keladi kerusuhan (provokator) dalam masyarakat
4.      Melakukan tindak kriminal
5.      Tidak melaksanakan perintah agama

3 komentar:

  1. Terima kasih...
    Sangat bermanfaat...
    Salam komukote...

    BalasHapus
  2. terima kasih,ini sangat membantu

    BalasHapus
  3. thnks it helps me alot, check out my blog -> ivisityou.blogspot.com

    BalasHapus